This is post 2 of 9 in the series “Serial Aqidah”

  1. Pentingnya Aqidah dalam Kehidupan
  2. Pengertian Aqidah Islamiyah
  3. Aqidah Pondasi Kehidupan
  4. Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan
  5. Tauhid Pohon Kehidupan
  6. 7 Alasan Manusia Harus Punya Aqidah Yang Benar
  7. Hakikat Keimanan Kepada Allah (Serial Akidah)
  8. Iman Itu Wajib Dijaga
  9. Merawat Iman Agar Tetap Istiqamah

Aqidah islamiyah adalah ajaran pokok para Rosul, dengan aqidah itulah para Rosul  menghimpun dan mengikat seluruh kaum mukminin dengan satu ikatan diinullaoh (Al Islam )  suatu ikatan yang kekal abadi sepanjang masa, dimana dan kapan saja berada tetap indah dan mudah untuk dilaksanakan dalam upaya menuju kemuliaan hidup dunia dan akhirat.

Pengertian Aqidah :

Aqidah secara bahasa: berasal dari kata  عقد – يعقد  : ikatan/sumpah atau  التوثيق : keyakinan yang kuat. Atau  الأحكام  : yang mengokohkan / menetapkan. Atau  الربط بقوة   pengikat yang kuat. Jadi aqidah adalah segala sesuatu yang mengikat hati manusia. Kalau yang mengikat hati nilai nilai islam, maka disebut aqidah islamiyah. Kalau yang mengikat hati manusia tadi hal hal diluar nilai nilai islam, maka disebut aqidah ghoirol islamiyah.

Menurut istilah:  yaitu  ikatan hati/tali batin yang berupa janji orang beriman kepada Alloh untuk mentaati perintah-perintahnya, menjauhi larangannya dengan berpegang teguh dengan tuntunannya ( Al Islam )  (QS. Fusilat :30 )

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan Kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu (QS. Fusilat: 30)

Pengertian secara umum: aqidah islamiyah  ialah keyakinan yang teguh dan bersifat pasti terhadap enam perkara yaitu ma’rifat kepada Alloh, Malaikat, Rosul, Kitab, Hari ahir, Taqdir yang baik maupun yang buruk.

Ma’rifat kepada Alloh.

Ini merupakan titik pokok yang akan memancarkan berbagai perasaan yang baik dan semangat untuk menuju kearah kebaikan. Dengan ma’rifat ini  yang akan memberi didikan kepada hati untuk senantiasa menyelidiki dan meneliti mana perkara yang salah  mana yang benar. Dengan ma’rifat ini yang akan menumbuhkan kemauan untuk mencari kemuliaan akhlak. Dan dengan ma’rifat ini pula  yang akan mengekang perasaan manusia supaya terhindar dari perbuatan yang tidak terpuji. 

Maka ma’rifat kepada Alloh adalah seluhur luhurnaya ma’rifat, karena ma’rifat kepada Alloh merupakan pondasi asas pokok yang akan berdiri diatasnya rukun rukun yang lain. Seperti ma’rifat kepada para Rosul, ma’rifat kepada alam yang ada dibalik alam semesta,

Dengan ma’rifat kepada Alloh ini pulalah yang akan menumbuhkan ma’rifat kepada hal hal yang akan terjadi setelah kehidupan dunia ini, baik alam barzah, akhirat, ba’ast surga maupun neraka. 

Ma’rifat kepada Malaikat

Yaitu meyakini akan adanya secara mutlaq tanpa keragu raguan sedikitpun. Malaikat adalah hamba Alloh yang mulia yang tidak pernah bermaksiat kepada Alloh selalu taat akan perintah-perintahnya (QS. At Tahrim: 6)

Ma’rifat ini untuk menggugah hati manusia agar dapat mencontoh prilakunya  yang baik sehingga perjalanan hidupnya selalu dipengaruhi olehnya, karena hidup manusia selalu akan dipengaruhi oleh 2 unsur, yaitu:  1. Unsur malaikat.  2. Unsur syaithon.

Dan dengan ma’rifat ini agar manusia dapat memperoleh penjagaan yang sempurna  sehingga selalu dalam kebaikan dan kemuliaan. Sebagaimana sifat malaikat  yang mulia.  

وَلَه مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ عِنْدَه لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِه وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ  

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. Al Anbiya’ :19)

Ma’rifat kepada kitabulloh. 

Dengan ma’rifat ini agar manusia selalu mendapat petunjuk hidup yang lurus, bijak dan diridhoi oleh Alloh. Karena hanya melalui jalan inilah manusia dapat sampai kearah kesempurnaan yang haqiqi.  (QS. Al An’am 153 )

   وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ  وَلَا تَتَّبِعُوا ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ  ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.  (QS. Al An’am :153)

Ma’rifat kepada Rosululloh.

Dengan ma’rifat kepada Rosululloh agar manusia mengikuti jejak langkah kehidupannya, memperhias diri dengan meniru akhlaknya, bersabar, tabah dalam mencontoh sepak terjangnya, karena apa yang dilakukan oleh Rosululloh adalah bimbingan dari Alloh. Karena itu ia sebagai teladan hidup bagi seluruh umat manusia.  

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21)

Ma’rifat kepada hari ahir.

Dengan ma’rifat ini agar manusia mengerti dan yakin bahwa hidup didunia ini tidak kekal, semua akan sirna, karena kehidupan dunia hanyalah sementara, kemewahan dunia hanya menipu Dan kehidupan ahirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi, maka dengan ma’rifat ini akan menjadi pembangkit yang kuat untuk mengajak manusia berbuat kebaikan sebanyak banyaknya dan meninggalkan kejelekan sekecil kecilnya dalam upaya meraih kebahagiaan yang haqiqi dan kekal abadi.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى

Dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (QS Adh Dhuha: 4)

Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadid: 20)

Ma’rifat kepada taqdir 

Dengan ma’rifat ini akan memberi bekal kekuatan yang besar, karena dengan ma’rifat ini akan menumbuhkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah taqdir Alloh. Dengan ini akan mendorong manusia untuk selalu mendekatkan diri serta memohon akan pertolongannya, karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh. dengan ma’rifat ini akan melahirkan jiwa qona’ah  dan ihlas  tenang dalam menghadapi tugas hidup, karena semua adalah ujian dari Alloh.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا  وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,  (QS. Al Mulk : 2)

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At Taqwir: 29)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *