This is post 6 of 9 in the series “Serial Aqidah”

  1. Pentingnya Aqidah dalam Kehidupan
  2. Pengertian Aqidah Islamiyah
  3. Aqidah Pondasi Kehidupan
  4. Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan
  5. Tauhid Pohon Kehidupan
  6. 7 Alasan Manusia Harus Punya Aqidah Yang Benar
  7. Hakikat Keimanan Kepada Allah (Serial Akidah)
  8. Iman Itu Wajib Dijaga
  9. Merawat Iman Agar Tetap Istiqamah

Bagi seorang muslim, aqidah Islamiyah adalah segala-galanya. Aqidah yang benar dan lurus merupakan perkara yang paling penting, mutiara yang paling berharga yang harus dimiliki dan dijaga oleh setiap muslim. Tidak boleh ditawar, atau harga mati. Sebab, aqidah yang benar dan lurus diibaratkan ruh bagi jasad, atau kepala dari sebuah batang tubuh. Jasad tanpa ruh, berarti mayat. Badan tanpa kepala, tubuh tidak berarti apa-apa.

Aqidah yang benar adalah pondasi dari seluruh amal shaleh, amalan yang bermanfaat bagi seorang muslim baik di dunia atau di akhirat. Tanpa aqidah yang benar, tidak ada yang namanya amal shaleh. Tanpa aqidah yang benar, tidak ada amalan yang bermanfaat bagi seorang hamba di hadapan Allah ta’ala. Tanpa aqidah yang benar, yang ada hanyalah penyimpangan demi penyimpangan, kesesatan dan kesesatan.

AQIDAH YANG BENAR, Google AI Studio
Cahaya Illahi, image source: Google AI Studio

7 alasan manusia butuh aqidah yang benar.

1. Sebagai fitroh manusia. (naluri) manusia akan terus mengalami kelaparan ruhani. Kekosongan jiwa, kebingungan akal, jika hidupnya tanpa aqidah yang benar, yaitu keimanan terhadap Alloh sang penciptaNya.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَ ٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَايَعْلَمُون

Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ar Ruum: 30)

2. Dasar segala amal. Aqidah merupakan dasar semua amal, artinya tidak ada perbuatan yang bernilai amal kalua perbuatan itu tidak didasari dengan Aqidah.

وقدمنا إلى ما عملوا من عمل فجعلناه هباء منثورا

Dan kan kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan. (QS. Al-Furqon:23)

3. Sumber ketenangan jiwa. Orang yang beraqidah hatinya akan tenang karena ai yakin bahwa semua yang terjadi atas kehendak Alloh.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS Taqwir. 28)

4. Sumber motifasi. Aqidah yang benar akan menjadi sumber motifasi dalam beramal karena ia yakin bahwa setiap amal akan mendapat balasan setimpa dengan amalnya.

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ (٧) وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (8) Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)nya (QS alzalzalah:7-8)

5. Benteng dari kesesatan. Aqidah yang benar akan membentengi diri manusia dari segala kesesatanm maka orang yang tidak beraqidah akan sesat hidupnya dunia dan ahirat.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allâh! Perbaikilah untukku agamaku yang menjadi benteng urusanku! Perbaikilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku! Perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan!

6. Pondasi akhlaq mulia. Aqidah yang benar akan melahirkan akhlaq mulia, karena akhlaq yang muluia merupakan cerminan dari keyakinan yang kuat.

Agar aqidah seorang hamba tetap lurus diatas jalan kebenaran (Alqur’an dan Sunnah ) maka ia dituntut untuk selalu menjaga hal hal berikut :

1.Membenarkan semua yang datang dari Alloh. Seorang yang beraqidah dituntut untuk selalu membenarkan apa yang datang dari Alloh dalam Alqur’anul karim maupun melalui lisan Rosul alkarim (Alhadits) dengan pembenaran yang sesungguh sungguhnya tanpa diiringi keragu raguan. ( QS Al Hasr :7)

وَمَا ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS Al Hasr: 7)

2.Menta’ati Alloh dan Rosulnya dengan sepenuh hati. Yaitu berusaha dengan semaksimal untuk melaksanakan printah printahnya dan menjauhi segala larangannya

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا ٱلرَّسُولَ وَأُولِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisa’: 59)

3. Selalu Bertaubat dan Beristighfar. Setiap mukmin harus sadar bahwa perjalanan hidupnya tidak mungkin lepas dari dosa dan kesalahan, namun ia yakin bahwa Alloh adalah dzat yang maha pengampun atas dosa dan kesalahan hambanya selama hamba mau bertaubat dan beristighfar kepadanya.

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imron : 135)

4. BerAmar ma’ruf Nahi mungkar. Seorang yang ingin aqidahnya terjaga dengan baik, maka dituntut untuk selalu ber amar ma’ruf nahi mungkar dimana dan kapan saja berada.

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, (QS. At Taubah : 71)

Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan tuntutan iman dan sifat utama bagi seorang mukmin, serta pengikat iman yang kokoh dalam hatinya. Seorang mukmin yang tidak mau beramar ma’ruf nahi mungkar, berarti orang mu’min tidak mau mengikat imannya,

5.Berdakwah dijalan Alloh. Artinya selalu mengajak menyeru manusia kejalan Alloh, untuk mengikuti agama Alloh dengan baik,

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَا اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)? (QS. Fusilat: 33)

Berda’wah merupakan kewajiban setiap mu’min dalam segala kondisi, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. Karena kebaikan dalam islam tidak boleh berhenti dalam diri sendiri tetapi harus terus disampaikan kepada orang lain.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *