Serial Aqidah 8
Sebutir benih yang kita tanam diladang, jika ingin tumbuh berkembang berbuah dengan baik, maka perlu dijaga, dirawat, dipagari dengan baik dari segala serangan yang akan merusaknya. Tanpa perwatan, penjagaan dan pagar yang baik, maka jangan berharap bisa tumbuh berkembang dengan baik apalagi berbuah.
Demikian pula Iman. Tidak mungkin akan tumbuh berkembang dengan baik kalau tidak dirawat, dijaga, dipagari dengan baik dari serangan hama (msusuh musuh) yang selalu siap merusaknya, itulah nafsu dan syaithon.
Maka jika iman kita rusak lantaran tidak dirawat, tidak dijaga dan tidak dipagari, jangan selalu salahkan nafsu dan syaithon, karena nafsu dan syaithon tugasnya memang merusak. Tetapi salahkan diri kita sendiri karena kita tidak menjaga dan merawatnya. (QS. At Tahrim :6 )
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS At Tahrim: 6)
Sebagian Ulama menggambarkan iman itu seperti sebuah wilayah ( Negri ) yang dibentengi dengan lima lapis benteng.
مثل الإيمان كمثل بلدة لها خمسة حصون , اليقين والإخلاص ثم أداء الفرائض وأداء السنن ثم حفظ الأداب
Perumpamaan iman itu seperti sebuah wilayah ( Negri ) yang dibentengi dengan lima benteng. Yaitu 1. Keyakinan 2. Keikhlasan 3. Menunaikan kewajiban 4. Menunaikan sunnah. 5. Menjaga akhlaq.
1. Keyakinan. artinya meyakini Islam dengan sepenuh hati sebagai dinulloh satu satunya didunia ini, sehingga mampu menanamkan keyakinan sebagaimana yang diajarkan Rosululloh SAW berikut :
رضيت بالله رب وبالإسلام دين وبمحمد نبيا ورسولا.
Aku ridho Alloh sebagai Tuhan, dan Islam sebagai tatanan hidup, serta Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rosul.
Artinya aku rela hidup diatur oleh Alloh, aturan Alloh itu islam, dan Islam itu adalah ajaran yang disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
2. Keikhlasan . artinya menerima islam dengan sepenuh hati semata mata karena Alloh SWT.
قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Katakanlah, Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Katakanlah, Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri(kepada Allah). ( QS. Al An’am :161-163)
3. Menunaikan kewajiban. artinya selalu berusaha untuk dapat menuniakan kewajiban kewajiban dengan sebaik baik mungkin
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. (QS. Ali Imron : 102)
4. Menunaikan sunnah sunnah Rosul dengan baik, sebagai wujud kecintaan kita kepada Alloh dan Rosululloh.
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Katakanlah Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Ali Imron : 31)
5. Menjaga Akhlak dengan sebaik baiknya dari berbagai penyakit akhlak yang akan merusaknya. Orang bijak bilang sesungguhnya keberadaan suatu bangsa itu manakala masih memiliki Akhlak, maka apabila akhlaknya telah hilang maka hilanglah bangsa itu.
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاق
Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak. (HR. Al Baihaqi)
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ.
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor. (HR Tirmidzi)
Dari kaidah diatas menggambarkan bahwa benteng yang paling dalam lapis satu adalah keyakinan / Aqidah. Benteng lapis kedua adalah keikhlasan. Lapis ketiga adalah pelaksanaan ibadah wajib. benteng lapis keempat adalah pelaksanaan ibadah sunnah. Dan benteng lapis yang paling terdepan adalah Akhlaq.
Oleh sebab itu pemilik wilayah harus selalu berusaha menjaga, memelihara benteng benteng tadi dengan sebaik baiknya agar jangan sampai tertembus oleh musuh. Dan setiap lapis benteng harus benar benar berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak akan dijumpai satu celahpun yang terbuka yang akan merusak wilayah ( Negri ) yang namanya Iman.
Dari kelima benteng tersebut benteng yang paling utama adalah lapisan yang paling terdepan yaitu akhlaq. Akhlaq merupakan garda terdepan dalam menjaga iman, maka tidak berlebihan jika Rosululloh bersabda
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاق
sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq (HR. Al Baihaqi)
Selama orang beriman mampu menjaga Akhlaq dengan baik, kemudian mau menghiasi dengan amal amal sunnah, kemudian menegakkan ibadah wajib. Maka benteng akan semakin kokoh. iman semakin aman dari gangguan kesesatan dan kekufuran. (QS.Al Fath :3 -4 )
اِنَّا فَتَحنَا لَكَ فَتحًا مُّبِينًا لِّيَـغفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعمَتَه عَلَيكَ وَيَهدِيَكَ صِرَاطًا مُّستَقِيمًا وَّ يَنصُرَكَ اللّٰهُ نَصرًا عَزِيزًا
Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus, dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). (QS Al Fath: 14)
Namun sebaliknya apabila benteng terdepan (Akhlaq) sudah mengalami degradasi/rusak. Maka akan menyebabkan rusaknya lapisan yang lebih dalam, yaitu amalan sunnah. Jika amalan sunnah mulai rusak, maka akan merusak amalan wajib, jika amalan wajib sudah mulai rusak, maka akan merusak nilai keihlasan, jika keihlasan sudah mulai rusak maka akan merusak iman.
Maka Akhlaq merupakan bemper utama iman, Akhlaq yang dituntut dalam islam :akhlaq yang bisa mengantarkan pada kesempurnaan iman, dan mampu memotifasi untuk dapat melakukan hal hal yang diridhoi oleh Alloh.
Akhlaq merupakan nilai yang menyelamatkan manusia dari siksaan Alloh. Sebab yang menyebabkan manusia berbuat dosa (mencuri,berzina, minum homer,menyembah berhala, membunuh dll.) karena tidak berakhlaq. Akhlaq yang mulia merupakan sifat para Nabi, para Sidiqiin, dan orang orang sholeh. Sedang akhlaq yang buruk merupakan racun yang membawa pemiliknya kejalan setan, dan penyakit yang merusak kebahagiaan manusia. Maka rusaknya tatanan hidup manusia modern karena rusaknya akhlaq manusia
Dari sini para musuh musuh islam mengerti benar keadaan ini, maka mereka membikin program bagaimana cara merusak akhlaq islam, yaitu melalui seni, budaya dan olah raga yang jauh dari nilai nilai islam. menampilkan figur figur / tokoh tokoh kafir dalam dunia seni dan budaya, yang merusak akhlaq kaum muslimin. Sebagaimana yang kita saksikan hari ini.
Maka islam sangat menjunjung tinggi nilai akhlak sebagaimana hadits berikut :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ».[رواه أبو داود والترمذي وأحمد] [حسن]
Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, sedangkan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada perempuan yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad) [Hasan]


Tinggalkan Balasan