Semulia-mulianya makhluk Alloh dimuka bumi adalah manusia, dan semulia-mulianya apa yang ada dalam diri manusia adalah hati, dan semulia-mulianya yang ada dalam hati manusia adalah iman. Maka iman merupakan seagung-agung nikmat yang diberikan Alloh kepada manusia, manusia tanpa iman bagaikan tubuh yang tanpa ruh.
Iman ibarat tanaman sebagai bibit, dan islam sebagai pohonnya, artinya tidak ada pohon kalau tidak ada bibit. Meskipun ada bibit yang tidak menjadi pohon, ada juga, ada bibit yang menjadi pohon tapi bonsai (tidak bisa tumbuh besar).

Maka Iman merupakan dasar dari segala mal, iman merupakan pondasi yang akan menopang seluruh amal, iman sebagai penggerak dan pendorong untuk melakukan amal kebaikan.
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَـٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَـٰنِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ١٧
Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, Sebenarnya Allah dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. (Al Hujurot: 17)
The Rooms (49:7)
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ ٱللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِى كَثِيرٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ ٧
Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (QS. Al Hujurot : 7)
Iman bukan semata-mata ucapan yang keluar dari lisan sesorang, atau sekedar keyakinan dalam hati saja, tetapi iman yang sesungguhnya adalah; keyakinan yang memenuhi seluruh isi hati nurani, yang darinya melahirkan amal kebaikan, sebagaimana cahaya yang memancar dari matahari yang menyinari seluruh alam semesta.
Abu Bakar Ar-Rozi mengatakan: iman itu apabila telah menggunjam dalam hati manusia bagaikan pohon yang berdahan lebat, dan setiap dahan mengeluarkan buah yang bagus-bagus, dahan-dahan dan buah itu adalah :
- Dahan yang berupa hati, buahnya : kehendak yang baik (sidqul irodah)
- Dahan yang berupa lesan, buahnya : perkataan yang benar (sidqul hadits)
- Dahan yang berupa mata, buahnya: penglihatan yang menghasilkan ilmu (Annadzru ibron)
- Dahan yang berupa kedua tangan, buahnya rajin bersodaqoh (A’thoous sodaqoh)
- Dahan yang berupa kedua kaki. Buahnya: rajin berjamaah (Almasyyu ilaljama’ati)
- Dahan yang berupa perut. Buahnya: pandai menahan dari hal yang subhat (Tarku syubhat)
- Dahan yang berupa kemaluan, buahnya : pandai menahan hawa nfsu (Tarku sahawat)
Dari gambaran diatas maka : hakikat iman yang benar akan mampu menggerakkan seluruh organ tubuhnya dalam kebaikan diseluruh aspek kehidupan, baik dalam ubudiyah maupun dalam amaliyah.
Mahabatullah wa Rasul
Hakikat iman yang benar selanjutnya adalah terbentuknya keyakinan untuk benar-benar mencintai Alloh dan Rosul-Nya diatas segala kecintaan. Kecintaan seperti ini wajib diwujudkan baik dalam ucapan, maupun dalam perbuatan, baik dalam kesendirian maupun dalam keramaian, seperti yang diajarkan oleh Alloh berikut:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS. Al Baqarah: 165)
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ࣙاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَا اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِه وَجِهَادٍفِيْسَبِيْلِه فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِه وَاللّٰهُلَايَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَࣖ
Katakanlah (wahai Muhammad) Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. At Taubah: 24)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allâh itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.
Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka. (HR Buhori)
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya pada orang tuanya, anaknya, bahkan seluruh manusia. (HR. Muslim)
Al Jihadu Fisabilillah
Disamping iman yang benar itu mampu membentuk karakter yang berupa kecintaan kepada Alloh dan Rosul yang mendalam. Maka iman yang benar harus mampu menumbuhkan jiwa mujahid berjuang berkurban untuk menegakkan agama Alloh SWT. Sehingga agama Alloh itu benar-benar di atas segala-galanya (Idhharu ala kulihi) .
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih. Engkau beriman kepada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. (QS. Shaf: 10-11)
Dalam Alqur’an banyak sekali ayat-ayat yang merangkaikan antara Iman dan jihad, karena jihad adalah jiwa keimanan, ia merupakan wujud nyata dari amaliyahnya.
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ ١٥
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (QS. Al Hujurot: 15)
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imron: 142)
Kesan pada ayat di atas benar-benar tampak pada generasi islam pilihan (khulafaur rosyidiin) mereka yang hidup pada masa permulaan islam. Dalam memperjuangkan islam luar biasa sehingga islam menjadi jaya. Mereka adalah orang-orang yang tampak ketakutannya hanya kepada Alloh, sebab mereka adalah orang yang benar-benar menginsyafi akan keagungan Alloh.
Merasakan kebesaran, kemuliaan dan kekuasaanNya, kemudian mereka menyadari akan kelemahan dirinya yang hina, lalai, lemah, yang penuh kekurangan dan kesalahan, dari sifat inilah yang kemudian melahirkan rasa takut yang mendalam kepada Alloh ﷻ (khosyatulloh)
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir: 28)


Tinggalkan Balasan