Pembukaan

  • Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
  • Puji syukur kehadirat Allah ﷻ yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
  • Pada kesempatan kali ini, kita akan merenungkan salah satu tanda kebesaran Allah ﷻ yang sering kita saksikan, yaitu hujan.
Kultum Hakekat Hujan
Kultum Hakikat Hujan, Image: Google AI Studio

Isi Kajian Hakekat Hujan

1. Hujan adalah Rahmat dan Berkah dari Allah SWT

Hujan bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan sebuah rahmat dan berkah yang Allah turunkan untuk seluruh makhluk di bumi. Dengan hujan, Allah menghidupkan tanah yang tandus, menyuburkan tanaman, dan menjadi sumber rezeki bagi manusia serta hewan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

Yang menurunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). (QS. Az-Zukhruf: 11)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa sebagaimana Allah mampu menghidupkan tanah yang mati dengan hujan, begitu pula Allah Maha Kuasa untuk membangkitkan kita dari kematian.

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu. (QS. An-Nahl: 10)

2. Hujan sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT

Proses turunnya hujan merupakan bukti nyata kekuasaan Allah ﷻ. Allah-lah yang meniupkan angin untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan, kemudian menurunkan hujan dari langit sebagai sumber kehidupan.

وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَـٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَسْقَيْنَـٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَـٰزِنِينَ ٢٢

Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan). Maka, Kami menurunkan hujan dari langit lalu memberimu minum dengan (air) itu, sedangkan kamu bukanlah orang-orang yang menyimpannya. (QS. Al-Hijr: 22)

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ ١٨

Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya. (QS. Al-Mu’minun: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah berkuasa penuh atas air hujan, baik saat menurunkannya maupun melenyapkannya.

3. Sikap Seorang Muslim Terhadap Hujan

Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk memiliki adab dan sikap yang baik ketika hujan turun.

  • Bersyukur: Saat hujan turun, hendaknya kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
  • Berdoa: Waktu turun hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk berdoa:
    • Doa ketika turun hujan: Allahumma shayyiban nafi’an  (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat).
    • Doa ketika hujan lebat: Allahumma hawalaina wa la ‘alaina, Allahumma ‘alal akami wazh zhirabi, wa buthunil audiyati wa manabitisy syajari (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan).
  • Tidak Mencela Hujan: Kita dilarang mencela hujan, karena hujan adalah ketetapan dari Allah SWT. Jika hujan menyebabkan kesulitan, hendaknya kita bersabar.
  • Mengambil Berkah dari Air Hujan: Rasulullah SAW pernah menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan yang baru turun, seraya bersabda, “Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah Ta’ala ciptakan.” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan anjuran untuk mengambil berkah dari air hujan.
  • Mengambil keringanan manakala terjadi hujan: Ketika hujan, kewajiban untuk hadir di masjid sholat berjamaah di masjid jadi kurang ditekankan, jika dirasa memang menyulitkan saking lebatnya hujan yang terjadi, boleh sholat di rumah saja.

Penutup Kultum Hakekat Hujan

  • Hujan adalah nikmat yang agung dari Allah SWT. Marilah kita senantiasa merenungkan setiap tetesnya sebagai tanda kasih sayang dan kekuasaan-Nya.
  • Jangan sia-siakan waktu mustajab saat hujan turun untuk memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah SWT.
  • Dan yang terpenting, jangan pernah mencela hujan, karena itu sama saja dengan mencela ketetapan dari Sang Pencipta.
  • Mari kita tutup kajian ini dengan membaca doa setelah hujan reda: Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah).
  • Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *