_*6 PERKARA YG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL-AMAL BAIK.*_
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
_*Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan manusia untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya.*
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
wa mâ khalaqtul-jinna wal-insa illâ liya‘budûn
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْإِنْسَانَ لِيَعْبُدَهُ، وَخَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Khalaqallāhu ‘Azza wa Jalla al-insāna liya’budahu, wa khalaqal-mauta wal-hayāta liyabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amalā.
Dia menciptakan mati dan hidup, untuk menguji manusia, siapa yang lebih baik amalnya._
_*6 Perkara yang Dapat Menggerogoti Amal-amal Baik :*_
_*✅1. Al Istighlal bi’uyubil kholqi, (Sibuk dengan aib orang lain) sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan atau peribahasa “gajah di pelupuk mata tidak tampak” adalah:
يُبْصِرُ أَحَدُكُمُ الْقَذَاةَ فِي عَيْنِ أَخِيهِ، وَيَنْسَى الْجِذْعَ فِي عَيْنِهِ
(Yubsiru ahadukumul-qadzata fii ‘aini akhiihi, wa yansal-jidz’a fii ‘ainihi)
Artinya:
“Salah seorang dari kalian melihat kotoran kecil di mata saudaranya, tetapi lupa dengan batang pohon (yang besar) di matanya sendiri.”
Penjelasan:
Al-Qadzah (القذاة): Merujuk pada debu atau kotoran yang sangat kecil (setara dengan “semut di seberang lautan”).
Al-Jidz’a (الجذع): Merujuk pada batang pohon yang besar (setara dengan “gajah di pelupuk mata”).
Sumber: Ungkapan ini berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW (HR. Ibnu Hibban) yang sering digunakan para ulama untuk memperingatkan bahaya penyakit hati berupa gemar mencari kesalahan orang lain (tajassus) sambil mengabaikan kekurangan diri sendiri.
Ungkapan lain yang lebih ringkas dalam bentuk syair adalah:
شَرُّ النَّاسِ مَنْ كَانَ مَشْغُولًا بِعُيُوبِ النَّاسِ عَنْ عُيُوبِ نَفْسِهِ
(Syarrun-naasi man kaana masyghuulan bi’uyuubin-naasi ‘an ‘uyuubi nafsihi)
Artinya: “Seburuk-buruknya manusia adalah yang sibuk dengan aib orang lain sehingga lalai dari aib dirinya sendiri.”
_*✅2. Qaswatul qulub, (Hati yg keras) Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasihat._
قَسْوَةُ الْقَلْبِ قَدْ تَكُوْنُ أَشَدَّ مِنَ الصُّخُوْرِ، فَيَصْعُبُ عَلَيْهِ قَبُوْلُ النَّصِيْحَةِ
(Qaswatul qalbi qad takūnu asyadda minas-shukhūr, fa yash’ubu ‘alaihi qabūlun-nashīhah)
Artinya:
“Kerasnya hati terkadang bisa lebih dahsyat daripada batu karang, sehingga sulit baginya untuk menerima nasihat.”
Penjelasan Singkat:
Akar Kata: Kata Qaswah (قسوة) secara bahasa berarti kasar, kaku, atau keras.
Referensi Al-Qur’an: Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 74:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً
“…Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi..
_*✅3. Hubbud-dunya هُبُّ الدُّنْيَا
(Cinta dunia) Merasa hidupnya hanya di dunia saja. Segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat._
_*✅4. Qillatul haya’, (Sedikit rasa malunya) Apabila seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa._
Istilah “Qillatul Haya’” (قلة الحياء) secara harfiah berarti “sedikitnya rasa malu” atau “ketiadaan rasa malu”.
Dalam ajaran Islam, fenomena seseorang yang melakukan apa saja tanpa takut dosa karena hilangnya rasa malu dijelaskan dalam hadits sahih berikut:
إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Idza lam tastahyi fashna’ ma syi’ta.”
Artinya:
“Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari).
Penjelasan Singkat:
Rasa Malu sebagai Benteng: Rasa malu (Haya’) dipandang sebagai bagian dari iman yang mencegah seseorang dari perbuatan buruk Rumaysho – Penjelasan Hadits Malu.
Konsekuensi Kehilangan Malu: Ketika seseorang kehilangan rasa malu kepada Allah dan sesama manusia, ia tidak lagi memiliki kendali moral, sehingga berani melakukan kemaksiatan atau tindakan tidak etis tanpa beban.
Makna Hadits: Kalimat “berbuatlah sesukamu” bukan merupakan perintah untuk berbuat dosa, melainkan ancaman atau peringatan bahwa orang yang tidak punya malu akan memanen balasan atas segala perbuatan bebasnya di akhirat kelak.
_*✅5. Thulul amal, طُولُ الأَمَلِ
Penjelasan Singkat:
Thul (طُول): Berarti panjang atau durasi yang lama.
Al-Amal (الأَمَل): Berarti harapan atau angan-angan terkait masa depan duniawi.
Secara istilah syariat, Thulul Amal adalah perasaan seseorang yang meyakini bahwa ajalnya masih jauh, sehingga ia cenderung menunda amal saleh dan enggan segera bertobat karena merasa masih memiliki banyak waktu di dunia.
_*✅6. Dzhulmun la yantahi ظُلْمٌ لَا يَنْتَهِي (Kezhaliman yg tak pernah berhenti)
Secara kontekstual, pernyataan Anda mengenai kemaksiatan yang menimbulkan kecanduan sangat relevan dengan prinsip agama. Dalam Islam, perbuatan maksiat yang dilakukan terus-menerus tanpa taubat dapat menyebabkan:
Qaswah al-Qalb (Hati yang Membatu): Seseorang menjadi mati rasa terhadap dosa.
Raan (Penutup Hati): Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Mutaffifin: 14), setiap kemaksiatan meninggalkan noda hitam di hati yang jika dibiarkan akan menutupi seluruh hati tersebut.
I’tiyad al-Ma’shiyah (Kecanduan Maksiat): Perbuatan dosa yang diulang-ulang akan menjadi karakter atau kebiasaan yang sangat sulit dilepaskan kecuali dengan taufiq dari Allah dan tekad yang kuat.
Solusi terbaik untuk memutus siklus ini adalah:
Taubat Nasuha: Segera berhenti, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi.
Mengganti Lingkungan: Menjauhi pemicu maksiat tersebut.
Memperbanyak Istighfar: Untuk membersihkan noda-noda di hati.
_*✍️Amalan lain yg dapat menghapus pahala :*_
_*✔️SYIRIK Mempersekutukan Allah SWT dengan hal lain._
_*✔️RIYA’ (pamer amal) Melakukan ibadah agar dilihat atau dipuji oleh orang lain._
_*✔HASAAD️ (iri dan dengki) Merasa benci ketika melihat orang lain bahagia atau mendapatkan kebaikan._
_*✔️Mengungkit-ungkit sedekah Menyebutkan kembali sedekah yang telah diberikan hingga menyakiti hati penerima._
_*✔️GHIBAH Membicarakan keburukan atau aib orang lain saat orang tersebut tidak ada._
_*✔️MAKSIAT saat sendirian Melakukan dosa secara diam-diam saat tidak ada orang lain yang melihat._
_Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari enam perkara tsb sehingga tetap istiqamah dalam ketakwaan. *Allahu A’lam Bisshowab.*_
*بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ*
*امین امین امین یارب العالمین یامجیب الساٸلین*
والله اعلم بالصواب وهو التوفيق والهداية

Tinggalkan Balasan