Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Pernikahan adalah amanah suci, bukan sekadar ikatan dunia, tetapi ibadah yang berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Namun, dalam perjalanan rumah tangga, badai dan ujian pasti datang. Ada kalanya hati lelah, pikiran buntu, dan solusi terasa tertutup.
Islam mengajarkan bahwa perceraian bukan pilihan pertama, tapi pilihan terakhir setelah seluruh pintu menjadi buntu.
Allah SWT berfirman:
﴿ وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ﴾
(QS. An-Nisā’ [4]:35)
Artinya: “Jika kalian khawatir terjadi perselisihan antara suami dan istri, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan hakam dari keluarga perempuan. Jika keduanya menginginkan islah (perbaikan), Allah akan memberi taufik kepada keduanya.”
Ayat ini menggetarkan:
Allah tidak memulai dengan talak, tetapi dengan islah — memperbaiki.
Karena tujuan awal pernikahan adalah menyatukan, bukan memisahkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« أَبْغَضُ الحلالِ إلى اللهِ الطَّلاقُ »
(HR. Abu Dawud no. 2178)
Artinya: “Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah perceraian.”
Hadits ini bukan melarang talak, tetapi mengingatkan agar tidak mudah mengucapkan, tidak menjadikannya solusi tergesa-gesa, bukan karena ego, bukan karena emosi sesaat, bukan karena ucapan tetangga dan bisikan setan.
Allah SWT berfirman tentang ketenangan rumah tangga:
﴿ وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ﴾
(QS. Ar-Rūm [30]:21)
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian pasangan dari jenis kalian sendiri, agar kalian memperoleh ketenangan darinya, dan Dia jadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang.”
Maka jika cinta telah retak, masih ada rahmah;
Jika rahmah melemah, masih ada tanggung jawab;
Jika tanggung jawab goyah, masih ada kesabaran;
Dan ketika semua sudah hancur—barulah talak menjadi pilihan terakhir.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً ، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ »
(HR. Muslim no. 1469)
Artinya: “Janganlah seorang mukmin membenci istrinya. Jika ia membenci satu perangainya, ia pasti ridha dengan perangai lainnya.”
Inilah kunci mempertahankan rumah tangga:
Belajarlah saling menutupi kekurangan, bukan saling membuka aib.
Belajarlah mengingat kebaikan, bukan menumpuk kesalahan.
Allah SWT memperingatkan bahwa perceraian yang dilakukan dengan zalim akan berbalik menjadi penyesalan:
﴿ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴾
(QS. Al-Baqarah [2]:231)
Artinya: “Bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Maka wahai suami yang memegang kekuasaan talak, Wahai istri yang memegang pintu kesabaran, Takutlah kepada Allah.
Jangan jadikan talak senjata untuk melukai, alat balas dendam, atau pelarian dari tanggung jawab.
Karena perceraian tanpa taqwa menghancurkan masa depan, bukan menyelesaikan masalah.
Ketika semua usaha sudah dihabiskan, semua ikhtiar telah ditempuh, semua pintu tertutup, barulah perceraian menjadi pilihan terakhir—bukan untuk berpisah dalam kebencian, tapi untuk menyelamatkan agama dan kehormatan.
ـــــــ
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه، كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله.
اللهم أصلح بيوت المسلمين
اللهم ألِّف بين قلوب الأزواج والزوجات
اللهم ارزقهم المودة والرحمة والسَّكينة
اللهم اجعل الطلاق رحمةً إذا وقع، لا نقمةً ولا عذاباً
اللهم اجعل الفراق إن حصل فراقَ إحسانٍ لا فراقَ عدوان
اللهم أصلح أبناءَ المسلمين وبناتِهم، واحفظ أسرَهم من الشيطان وفتن الزمان
اللهم اغفر لنا ولوالدينا ولمن له حق علينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات
عباد الله
﴿ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
﴾
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Tinggalkan Balasan