Sabtu, (30/08/2025) sekira pukul 09:30 terlihat serombongan ibu-ibu yang berjumlah hampir 50 orang, berjalan sepanjang jalan Gempol Raya di Condongcatur. Setelah berjalan sekitar 15 menit, menempuh jarak hampir 500 meter, tibalah mereka di sebuah bangunan dengan atap unik di sebelah kanan jalan. Bangunan dengan warna coklat putih itu bagian dinding depannya terbuat dari teraso dengan list warna hijau bertuliskan Day Care Lansia Aisyiyah Pimpinan Ranting Aisyiyah Perumnas Condongcatur.

Senyum merekah dari tuan rumah yang sudah menunggu di halaman, pun dengan tamunya yang berseragam biru-biru, yaitu ibu-ibu pengurus Aisyiyah dari Kabupaten Sragen. Rasa lelah yang mulai muncul karena berjalan tadi rasanya hilang seketika, terobati oleh sambutan hangat tuan rumah.
Barisan ibu-ibu berseragam biru tadi adalah segenap Pengurus Daerah Aisyiyah dari Kabupaten Sragen, terdiri pengurus harian PDA Sragen beserta ketua dan sekretaris di setiap Pengurus Cabang Aisyiyah se-Sragen. Walaupun sudah tidak bisa dibilang muda dan lebih banyak yang seniornya namun semangatnya sungguh luar biasa.
Dalam kunjungan tersebut PDA Sragen bermaksud untuk melakukan study tiru pendirian Day Care Lansia Aisyiyah yang sudah sukses dijalankan di PRA Condongcatur. Banyak informasi dan inspirasi diharapkan bisa didapatkan dalam kegiatan ini sehingga nantinya bisa ditindaklanjuti dengan didirikannya lembaga serupa di Sragen.

Tak lama setelah semua peserta memasuki ruangan, acara dibuka dengan pembukaan dan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah yang disusul penampilan Angklung dari alumni Aisyiyah Senior School.
Kemudian sambutan oleh Ketua PRA Condongcatur, Ibu Dra. Sri Wahyuningsih yang memberikan gambaran bahwa meskipun bangunan gedung yang ditempati kecil, namun sarat akan kegiatan, gedung tersebut adalah pusat kegiatan dari PRA Condongcatur. Beliau juga berharap bahwa study tiru ini akan menjadi cikal bakal untuk mengadopsi Day Care Lansia Condongcatur di Sragen.
Sambutan berikutnya adalah dari tamu yang diwakili oleh Ketua PDA Sragen, Dra. Dwi Astuti, M.Pd yang mengungkapkan perasaan haru dengan tampilan angklung ibu-ibu alumni Aisyiyah Senior School. Menurut Bu Dwi, begitu beliau akrab disapa, walaupun seperti yang diungkapkan Dra. Sri Wahyuningsih bahwa gedung DCLA kecil namun gaungnya besar, bahkan sangat besar. Tak lupa beliau memperkenalkan singkat rombongan dari Sragen yang hadir, disusul dengan dua buah pertanyaan: Bagaimana awal mula perkembangan DCLA hingga menjadi berkembang, bersinar dan mencuat seperti sekarang? Bagaimana teknik pembelajaran yang disampaikan di DCLA.
Bu Dwi juga menekankan bagaimana kelahiran sering disambut, berbagai fasilitas sudah disediakan dan dipersiapkan bahkan sebelum seorang bayi terlahir, namun di satu sisi sebagai lansia yang akan menjemput kehidupan abadi, menjemput husnul khatimah sering diabaikan tanpa ada yang memperhatikan. Beliau tidak ingin mereka yang sudah tua merasa sedih dan merana, miskin apalagi tinggal sebatang kara.
Menjawab pertanyaan Bu Dwi tadi, ibu direktur DCLA, Ibu Masunah Syakir, yang merupakan peraih juara 1 Keluarga Sakinah Teladan (KST) Nasional tahun 2016 menyampaikan banyak sekali cerita bagaimana pelaksanaan kegiatan di DCLA Condongcatur, beberapa nama seperti Ibu Amin Rais juga disebut sebagai alumni dari DCLA.
Kemudian ditambah lagi dengan pemaparan Ibu Tien Suharti selaku sekretaris DCLA. Dan terakhir adalah sambutan dari PCM Depok Bapak Ichsan yang aslinya dari Gemolong, dengan pesan beliau yang begitu mengena bahwa punya AUM harus dithongkrongi, tidak bisa ditinggal program-programnya.
Prinsip beliau dalam mengelola program adalah dengan 4N:
- Nontoni (Melihat yang sudah ada)
- Niteni (Menghafal polanya)
- Niru (Menirukan)
- Nambahi (Harus give back, menambahkan kebaikan dari pengalaman kita kepada masyarakat yang lebih luas).
Dalam slides yang dilampirkan pengelola DCLA Condongcatur tergambar jelas awal pendirian DCLA adalah karena timbulnya kesadaran bahwa dibutuhkan sarana dan prasarana pembinaan lansia yang dapat memberikan suasana religius dan tenang, tetap sehat secara fisik & psikis, serta tetap menjadi lansia manfaat, mandiri,dan sejahtera. Maka lahirlah DCLA Condongcatur.
Acara dilanjutkan dengan tanya jawab singkat, kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari tamu dan tuan rumah.


Di penghujung acara diadakan room tour dari semua ruangan dan fasilitas dari DCLA. Terlihat jelas walau kecil, namun desain ruangannya sangat dipertimbangkan mengenai sirkulasi udara dan intensitas cahaya yang masuk, sehingga bisa efisien dan nyaman walau tanpa AC sekalipun.

Tak lupa foto-foto juga dilakukan sebelum rombongan Aisyiyah dari Sragen bertolak menuju pemberhentian selanjutnya pada acara Aisyiyah Cadre Camp di pantai Watu Kodok.


Tinggalkan Balasan