Dakwah adalah tugas mulia yang diemban oleh setiap muslim. Dakwah berarti mengajak manusia kepada kebaikan, mengingatkan mereka agar menjauhi kemungkaran, dan menuntun ke jalan Allah. Di era modern, teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua aktivitas kini bersentuhan dengan teknologi, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga bisnis. Pertanyaannya, apakah teknologi boleh digunakan sebagai sarana dakwah? Bagaimana pandangan Muhammadiyah melalui keputusan tarjih? Artikel ini akan mengulas hal tersebut dengan bahasa sederhana, berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan keputusan tarjih Muhammadiyah.

 

Mengapa Teknologi Penting untuk Dakwah?

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Media sosial, website, podcast, dan video streaming kini menjadi sarana utama penyebaran informasi. Jika dulu dakwah dilakukan di masjid atau majelis taklim, sekarang bisa dilakukan melalui YouTube, Instagram, atau bahkan TikTok.

Al-Qur’an mengajarkan kita untuk memanfaatkan sarana yang ada demi kebaikan. Allah berfirman:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…”

(QS. An-Nahl: 125)

Ayat ini menekankan pentingnya metode yang bijak. Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Jika digunakan dengan hikmah, ia bisa menjadi media dakwah yang efektif. Bahkan, teknologi memungkinkan pesan dakwah menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik.

 

Pandangan Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam berbagai keputusan menyatakan bahwa dakwah harus mengikuti prinsip al-ushul wa al-qawaid al-syar’iyyah (pokok dan kaidah syariat). Muhammadiyah mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana dakwah selama:

1. Konten sesuai syariat

Tidak mengandung hal yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

2. Tujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar

Mengajak kepada kebaikan, bukan sekadar hiburan kosong.

3. Menghindari mudarat

Tidak menimbulkan fitnah, hoaks, atau perpecahan.

Dalam Himpunan Putusan Tarjih disebutkan bahwa segala sarana yang membawa manfaat dan tidak bertentangan dengan prinsip agama boleh digunakan. Ini sejalan dengan kaidah fikih:

“Al-wasail laha hukmul maqashid”

(Sarana mengikuti hukum tujuan). Jika tujuannya baik, sarana yang digunakan pun menjadi baik.

 

Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Pemanfaatan Sarana

Selain QS. An-Nahl:125, ada ayat lain yang relevan:

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS. Al-Qalam: 4)

Ini mengajarkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan akhlak mulia, termasuk saat berdakwah di media digital.

  “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.(H.R Muslim)”

Artinya, jika kita membuat konten dakwah di media sosial dan orang lain mengamalkannya, kita mendapat pahala.

 

Teknologi dalam Perspektif Dakwah Muhammadiyah

Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sejak awal berdiri, Muhammadiyah memanfaatkan media cetak untuk dakwah, seperti majalah dan buku. Kini, Muhammadiyah juga aktif menggunakan media digital, seperti website resmi, kanal YouTube, dan aplikasi mobile.

 

Prinsip tarjih Muhammadiyah adalah tajdid(pembaruan) yang tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah. Pemanfaatan teknologi untuk dakwah adalah bentuk tajdid yang relevan dengan kebutuhan umat. Dengan teknologi, dakwah bisa menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital.

 

Contoh Pemanfaatan Teknologi untuk Dakwah

1. Media Sosial

Membuat konten edukasi Islami di Instagram, TikTok, atau Facebook. Misalnya, video singkat tentang doa harian atau tips akhlak mulia.

2. Podcast dan Video

Kajian online melalui YouTube atau Spotify. Banyak ustadz Muhammadiyah yang sudah memanfaatkan platform ini.

3. Aplikasi Islami

Aplikasi Al-Qur’an digital, jadwal salat, dan pengingat zikir. Muhammadiyah juga mengembangkan aplikasi untuk pendidikan dan dakwah.

4. Website dan Blog 

Menulis artikel keislaman agar mudah diakses oleh masyarakat luas. Website resmi Muhammadiyah menjadi pusat informasi dakwah.

 

Tantangan Dakwah Digital

Pemanfaatan teknologi untuk dakwah tidak lepas dari tantangan, seperti:

  • Konten negatif bersaing dengan konten dakwah

Solusi: Buat konten yang menarik, kreatif, dan sesuai syariat.

  • Hoaks dan fitnah 

Solusi: Pastikan informasi yang disampaikan valid dan bersumber jelas.

  • Kecanduan media sosial

Solusi: Gunakan teknologi secukupnya, jangan sampai melalaikan ibadah.

  • Komersialisasi dakwah

Solusi: Pastikan niat tetap ikhlas, bukan sekadar mencari popularitas.

 

Etika Dakwah di Dunia Digital

Dalam keputusan tarjih, etika dakwah harus dijaga. Beberapa prinsip penting:

1. Ikhlas

Niat utama adalah mencari ridha Allah, bukan popularitas.

2. Santun dan Bijak

Hindari ujaran kebencian, caci maki, atau provokasi.

3. Konten Berkualitas

Pastikan isi dakwah benar, bermanfaat, dan sesuai syariat.

4. Menghindari Syubhat

Jangan menggunakan musik atau gambar yang bertentangan dengan nilai Islam.

 

Manfaat Dakwah Digital

  • Jangkauan Luas

Pesan dakwah bisa sampai ke seluruh dunia.

  • Efisiensi Waktu dan Biaya

Tidak perlu biaya besar untuk menyebarkan konten.

  • Interaktif

Dakwah bisa dilakukan dengan diskusi online.

  • Arsip Mudah Diakses

Kajian bisa disimpan dan diakses kapan saja.

 

Kesimpulan

Teknologi adalah anugerah yang bisa menjadi sarana dakwah yang efektif jika digunakan dengan bijak. Muhammadiyah melalui keputusan tarjih mendukung pemanfaatan teknologi selama sesuai syariat dan membawa manfaat. Dakwah digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan zaman agar pesan Islam sampai ke seluruh penjuru dunia.

Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk menyebarkan kebaikan, bukan keburukan. Sebagaimana sabda Nabi:

“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.”* (HR. Bukhari)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *