Sabtu siang, 2 Agustus 2025, suasana di Masjid Al-Mukmin Prampalan terasa lebih hidup dari biasanya. Jamaah dari berbagai sudut Kelurahan Krikilan mulai berdatangan sejak sebelum pukul 13.00, menyambut kajian bulanan yang kali ini terasa sangat istimewa. PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah) dan PRA (‘Aisyiyah) Krikilan kembali menggelar Kajian Inspiratif, dan dua sosok luar biasa hadir sebagai pemateri utama: Rektor UNISRA dan Guru Besar UNS.

Tema kajian pun cukup menggugah: “5 Hal yang Harus Disegerakan & 5 Hal yang Tidak Disegerakan.” Sebuah materi reflektif yang membahas prioritas hidup berdasarkan tuntunan agama, namun disampaikan dengan pendekatan yang sangat membumi dan penuh hikmah.
PRM dan PRA Krikilan bukan sekadar nama organisasi. Mereka adalah poros gerakan dakwah yang hidup di tengah masyarakat. Dengan struktur di tingkat kelurahan atau ranting, mereka mampu menjangkau langsung warga sekitar melalui program-program yang relevan dan konsisten.
Setiap bulan, pengurus PRM dan PRA mengadakan kajian internal yang bertempat di rumah salah satu anggota secara bergiliran. Suasana kekeluargaan sangat terasa, dan forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembelajaran. Sementara untuk masyarakat umum, program tabligh berjalan rutin dengan lokasi bergilir di masjid-masjid sekitar Kelurahan Krikilan
Kali ini, giliran Masjid Al-Mukmin di Prampalan yang menjadi tuan rumah. Dari luar, masjid tampak sederhana, namun di dalamnya tercipta atmosfer penuh antusiasme. Tepat pukul 13.00 WIB, kajian dimulai dengan pembukaan dari panitia PRM & PRA Krikilan. Disambung lantunan ayat suci, suasana langsung terasa khidmat.
Acara ini tidak hanya menyuguhkan isi kajian, tetapi juga menunjukkan keakraban antar tokoh dan warga. Rektor UNISRA, yang juga menjabat sebagai pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Masaran, hadir tak sekadar sebagai akademisi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan dakwah lokal. Bersama Guru Besar UNS yang dikenal memiliki kedekatan dengan komunitas Muhammadiyah, mereka berbagi pandangan mengenai waktu, urgensi, dan bijaknya menentukan prioritas hidup.
Materi “5 Hal yang Harus Disegerakan & 5 Hal yang Tidak Disegerakan” dibawakan dengan pendekatan yang interaktif dan ringan. Hal-hal yang harus disegerakan mencakup:
- Mengubur Jenazah
Setelah seseorang meninggal dunia, mengurus jenazahnya (memandikan, mengkafani, menyalati, dan menguburkan) disegerakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah dalam mengurus jenazah. Jika jenazah itu saleh, maka kalian telah mengantarkannya kepada kebaikan. Jika jenazah itu tidak saleh, maka kalian telah meletakkan keburukan dari pundak kalian,”.
- Melunasi utang
Membayar hutang yang sudah jatuh tempo disegerakan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari dan menjaga hubungan baik dengan pihak yang menghutangi.
- Menikahkan jika sudah bertemu jodohnya & baligh
Menikahkan anak perempuan yang sudah baligh dan memiliki calon suami yang sekufu dianjurkan untuk segera dilaksanakan guna menjaga kehormatan dan menghindari fitnah. Rasulullah SAW bersabda, “Jika telah datang kepada kalian (pinangan) laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia,”.
- Membagi harta waris
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا ٧
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan.” (QS. An-Nisa: 7)
Ayat ini menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki hak waris, meskipun bagian mereka bisa berbeda sesuai ketentuan syariat.
- Bertaubat
Bertaubat atas dosa yang telah diperbuat disegerakan sebagai bentuk kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung,”.
Penjelasan disampaikan dengan banyak contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga para jamaah tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga bisa langsung mengaitkannya dengan realita masing-masing.
Kajian ini menjadi momentum penting bagi PRM & PRA Krikilan untuk terus menghidupkan ruang pembelajaran yang berkualitas dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran dua tokoh akademik nasional menjadi penguat bahwa organisasi di tingkat ranting pun mampu menginisiasi kegiatan yang bernilai tinggi.
Panitia berharap kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan ke depannya. Ada rencana mengundang tokoh-tokoh lain yang memiliki komitmen terhadap dakwah dan pendidikan Islam. Selain itu, program kajian juga akan diarahkan untuk menjawab isu-isu sosial yang aktual agar semakin relevan bagi generasi muda.
Kajian berakhir pukul 15.00 WIB, namun diskusi dan obrolan hangat masih berlanjut di halaman masjid. Warga saling bertukar pandangan, mencatat poin penting dari materi, dan beberapa terlihat mulai merancang agenda serupa di masjid lain. Semangat kebersamaan terasa hangat, membuktikan bahwa kajian seperti ini bukan hanya soal ilmu, tapi juga tentang membangun komunitas yang lebih sadar dan saling mendukung.
Semoga PRM & PRA Krikilan terus menjadi pelopor dakwah yang menyentuh hati dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Karena ilmu yang disampaikan dengan cinta, akan lebih mudah meresap dan tumbuh jadi amal.


Tinggalkan Balasan