Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Sejak wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surah Al-Alaq, perintah untuk “Membaca” (Iqra) telah menjadi fondasi utama bagi umat Islam. Menuntut ilmu dalam Islam bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban dan ibadah yang memiliki kedudukan sangat mulia.
Berikut adalah beberapa keutamaan menuntut ilmu yang disarikan dari dalil Al-Qur’an dan Hadis Nabi SAW:
1. Diangkat Derajatnya oleh Allah SWT
Orang yang berilmu memiliki kedudukan yang berbeda di mata Allah dibandingkan dengan mereka yang tidak berilmu. Ilmu akan mengangkat martabat seseorang baik di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“…Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
2. Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Setiap langkah kaki seorang penuntut ilmu dinilai sebagai perjalanan menuju kemuliaan. Allah menjanjikan kemudahan bagi siapa saja yang bersusah payah mencari ilmu untuk sampai ke surga-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
3. Merupakan Warisan Para Nabi
Para Nabi tidak mewariskan harta benda, emas, maupun perak kepada umatnya. Warisan terbesar yang mereka tinggalkan adalah ilmu. Maka, mereka yang menuntut ilmu sejatinya sedang mengambil bagian dari warisan para Nabi.
Rasulullah SAW bersabda:
وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan warisan mereka adalah ilmu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
4. Menjadi Pahala Jariyah yang Tidak Terputus
Salah satu investasi terbaik bagi seorang muslim adalah ilmu yang bermanfaat. Ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya terputus, kecuali tiga perkara, dan salah satunya adalah ilmu yang diajarkan dan dimanfaatkan oleh orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
5. Bukti Kebaikan Allah kepada Seorang Hamba
Tanda bahwa Allah menyayangi dan menghendaki kebaikan bagi seorang hamba adalah dengan diberikannya pemahaman yang mendalam terhadap agama (ilmu).
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menuntut ilmu adalah perjalanan tanpa batas waktu, mulai dari buaian hingga liang lahat. Ilmu bukan hanya untuk disimpan dalam pikiran, tetapi untuk diamalkan dan dibagikan. Dengan ilmu, kita dapat membedakan yang hak dan yang bathil, serta dapat beribadah kepada Allah dengan cara yang benar.
Marilah kita jaga semangat untuk terus belajar, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat, demi meraih ridha Allah SWT dan keberkahan hidup di dunia serta akhirat.


Tinggalkan Balasan