BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 

Sahabat fillah yang dimuliakan Allah,

Saya wasiatkan pada diri saya dan juga pada hadirin sekalian, marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah ﷻ, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, karena itulah bekal terbaik menuju akhirat.

 

 

—

 

Tema Khutbah: Berbakti kepada Orang Tua

 

Sahabat fillah,

Kalau kita renungi, setelah perintah Allah agar kita mentauhidkan-Nya, langsung Allah sandingkan dengan perintah berbakti kepada orang tua.

 

Allah ﷻ berfirman:

 

﴿ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ﴾

(QS الإسراء [17]: 23)

 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”

 

Bayangkan, sahabat fillah, setelah tauhid, langsung birrul wâlidain. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam pandangan Islam.

 

 

—

 

Rasulullah ﷺ pun menegaskan, ketika ditanya tentang amalan yang paling dicintai Allah:

 

« الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا »

“Shalat tepat pada waktunya.”

 

Lalu beliau ditanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab:

 

« بِرُّ الْوَالِدَيْنِ »

“Berbakti kepada orang tua.”

(HR البخاري 527، مسلم 85)

 

 

—

 

Sahabat fillah,

Kalau kita renungkan, birrul walidain ini bukan hanya sekadar “baik” kepada orang tua, tapi benar-benar berusaha membuat mereka ridha, bahagia, dan tidak pernah kita sakiti dengan ucapan atau perbuatan.

 

Allah bahkan melarang kita berkata kasar sekecil apapun kepada mereka:

 

﴿ فَلَا تَقُلْ لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴾

(QS الإسراء [17]: 23)

 

“Maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

 

 

—

 

Sahabat fillah, renungkanlah…

 

Kalau ibu kita dulu sanggup begadang semalaman hanya untuk menjaga kita,

 

Kalau ayah kita sanggup bekerja keras tanpa lelah hanya untuk membiayai hidup kita,

 

 

Apakah pantas kita membalasnya dengan wajah masam, kata-kata kasar, atau tidak peduli dengan mereka?

 

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar, sejajar dengan syirik:

 

« إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللّٰهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ »

“Sesungguhnya di antara dosa besar adalah menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.”

(HR البخاري 2654، مسلم 87)

 

 

—

 

Sahabat fillah,

Kalau kita ingin hidup berkah, ingin rezeki lapang, ingin doa mustajab, maka berbaktilah kepada orang tua. Jangan tunggu mereka tiada, baru kita menyesal.

 

 

—

 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِبِرِّ الْوَالِدَيْنِ وَنَهٰى عَنْ عُقُوْقِهِمَا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 

Sahabat fillah,

Marilah kita berdoa kepada Allah ﷻ semoga kita termasuk anak-anak yang berbakti kepada orang tua, yang menjadikan orang tua ridha, sehingga Allah pun ridha kepada kita.

 

 

 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِوَالِدَيْنَا فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْوَفَاةِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْعَاقِّينَ، وَوَفِّقْنَا لِكُلِّ مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.

 

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

 

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

 

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ﴿٩٠﴾

 

(QS النحل [16]: 90)

 

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُ

وْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

 

 

—

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *