KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْبَرَكَاتُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mengawali khutbah siang ini, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam yang terang benderang.

Jamaah yang Berbahagia,

Waktu adalah modal utama manusia dalam hidup ini. Namun sayang, seringkali kita baru menyadari berharganya waktu ketika waktu tersebut telah hilang dari genggaman. Rasulullah SAW memberikan sebuah wasiat yang sangat mendalam bagi kita semua agar tidak menyesal di kemudian hari.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: (1) Mudamu sebelum masa tuamu, (2) Sehatmu sebelum sakitmu, (3) Kayamu sebelum miskinmu, (4) Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum matimu.” (H.R. Al-Hakim : 7846)

Nasihat ini mengandung lima pesan utama:

Pertama: Mudamu sebelum masa tuamu.

Masa muda adalah masa di mana kekuatan fisik sedang di puncaknya dan semangat sedang membara. Gunakanlah energi ini untuk beribadah dan berkarya. Jangan sampai masa muda habis hanya untuk berhura-hura atau kemaksiatan, hingga kelak di masa tua hanya tersisa penyesalan karena fisik tak lagi mampu melakukan ketaatan yang maksimal.

Kedua: Sehatmu sebelum sakitmu.

Kesehatan adalah nikmat yang sering dilupakan. Saat sehat, kita sering menunda ibadah. Namun saat sakit datang, jangankan untuk shalat berjamaah ke masjid, untuk bangun dari tempat tidur pun terasa berat. Maka, selagi detak jantung masih normal dan raga masih bugar, perbanyaklah amal saleh.

Ketiga: Kayamu sebelum miskinmu.

Kekayaan bukan sekadar harta melimpah, tapi kecukupan untuk memenuhi kebutuhan dan berbagi. Sebelum roda kehidupan berputar ke bawah, manfaatkanlah harta untuk bersedekah, membantu sesama, dan berzakat. Harta yang sesungguhnya milik kita adalah harta yang kita “titipkan” di jalan Allah, bukan yang kita tumpuk di tabungan duniawi.

Keempat: Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu.

Berapa banyak dari kita yang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al-Qur’an atau menuntut ilmu agama? Padahal, seringkali kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal yang sia-sia di media sosial. Manfaatkanlah setiap menit luang untuk berzikir dan belajar, sebelum kesibukan duniawi benar-benar menghimpit kita.

Kelima: Hidupmu sebelum matimu.

Inilah inti dari segalanya. Dunia adalah ladang amal, dan akhirat adalah tempat memanen hasilnya. Kematian adalah pemutus segala kenikmatan. Selagi napas masih berhembus, pintu taubat masih terbuka lebar. Jangan menunggu esok untuk bertaubat, karena kita tidak pernah tahu apakah esok masih menjadi milik kita.

Jemaah Jumat yang Berbahagia,

Penyesalan selalu datang terlambat. Di dalam Al-Qur’an digambarkan bagaimana orang-orang yang sudah meninggal memohon kepada Allah agar dihidupkan kembali walau sejenak hanya untuk bersedekah dan beramal saleh. Namun, kesempatan itu tidak akan pernah kembali.

Oleh karena itu, marilah kita bermuhasabah (introspeksi diri). Sudahkah kita menggunakan lima modal ini dengan baik? Ataukah kita termasuk golongan yang merugi karena menyia-nyiakannya?

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah-Nya agar kita mampu menggunakan setiap nikmat waktu, kesehatan, dan usia kita untuk menggapai keridaan-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: “إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Mari kita akhiri khutbah ini dengan keyakinan bahwa setiap detik yang kita lalui akan dimintai pertanggungjawabannya. Marilah kita bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang tidak menyia-nyiakan kesempatan sebelum ajal menjemput.

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan bimbinglah kami agar senantiasa istiqamah di jalan-Mu.

اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah kami untuk selalu berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah kami kepada-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *