WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA
Aisyiyah dipengaruhi beberapa faktor baik dari dalam maupun dari luar. Faktor pendukung bergeraknya organisasi dipengaruhi peran tokoh-tokoh perempuan yang berperan dan menjadi kader ‘Aisyiyah. Adanya persamaan perjuangan dengan organisasi perjuangan lainnya akhirnya muncul federasi perempuan yaitu Kongres Wanita Indonesia.
Secara nasional ‘Aisyiyah berjuang bersama organisasi lainnya dalam memfungsikan hak dan derajat kaum perempuan. Secara keorganisasian ‘Aisyiyah berjuang bersama anggotanya dengan mendirikan Frobel School, Kweekschool, Nastiatul ‘Aisyiyah, dan sebagainya. ‘Aisyiyah menggunakan media cetak untuk penyebaran dakwahnya melalui terbitan bernama Suara ‘Aisyiyah.
‘Aisyiyah dan organisasi perempuan aktif di ruang publik untuk berdakwah. Melalui gerakan Pendidikan, ‘Aisyiyah membina generasi muda melalui pendidikan dan pengajian. ‘Aisyiyah berkomunikasi dengan efektif melalui media cetak Suara ‘Aisyiyah yang menyampaikan informasi sekaligus menjadi media dakwahnya.
Sebagai organisasi nasional yang lahir pada masa penjajahan, ikut aktif dalam kegiatan membela dan memajukan bangsa dari segala sektor. Aktif dalam proses menuju kemerdekaan Republik Indonesia. Keberhasilan ‘Aisyiyah dalam berdakwah tidak luput dari peranan tokoh-tokoh perempuan ‘Aisyiyah.
Ibu-ibu hadirin yang berbahagia,
Rasulullah bersabda:
الـدُّنْـيَا مَتَاعٌ وَخَـيْـرُ مَـتَاعِ الـدُّنْيَا الْـمَـرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Artinya: “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah.” (HR. Muslim no. 1469).
Oleh karena itu mari berupaya sekuat tenaga untuk menjadi al maratush sholihah yang dirindu oleh surga.
Surga adalah sebaik-baik tempat kembali bagi seorang muslim. Tidak ada manusia yang tidak ingin masuk surga, di mana segala nikmat Allah sediakan di dalamnya. Laki-laki maupun perempuan. Di akhir zaman dimana Rasulullah menerangkan banyaknya cara kaum wanita yang rusak Akhlaknya. Tentu hal tersebut membuat para wanita terjerumus ke tempat yang penuh dengan siksaan, namun sebaliknya jika para wanita pandai menjaga dirinya dan bangsanya, pandai bagi mereka ia pasti akan dirindukan oleh surga.
Setiap muslimah pasti ingin masuk ke dalam surga. Karena Surga adalah sebaik-baik tempat kembali bagi manusia. Tak ada manusia yang menolak untuk masuk ke dalamnya, termasuk makhluk Allah yang bernama perempuan.
Tidak mudah untuk meraihnya, tentu harus dengan banyak beramal sholih. Harus menempuh jalan yang terjal dan berliku serta penuh tantangan dan ujian. Berbagai ujian harus dilewati untuk mendapatkan kenikmatan surga.
Dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda wanita-wanita yang dirindukan surga adalah:
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu; berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan); menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan kepada wanita tersebut melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad)
Hadirin kaum muslimah yang berbahagia, 4 syarat wanita yang dirindukan surga:
- Wanita yang dirindukan surga adalah Aqimissholah wanita yang menjaga sholatnya.
Wanita bisa masuk surga dari pintu manapun, setelah ia beriman kepada Allah, adalah menjaga shalat lima waktu. Bersabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang benar-benar memelihara sholat, maka Allah memuliakannya dengan lima perkara. Allah akan menghilangkan dari orang itu sulitnya penghidupan / Allah akan menghilangkan azab kubur baginya, Allah berikan kepada dia catatan amalnya (diterima) dengan tangan kanannya orang itu (tanda Allah menerima hamba), dan dia akan melewati di atas jembatan sirat seperti cepatnya kilat, dan dia akan masuk ke surga dengan tanpa hisab.”
Dari hadits tersebut sangat jelas jika seorang muslimah menjaga sholat nya maka Allah akan masukkan ia kedalam surga tanpa Hisab.
- Wanita yang dirindukan surga adalah Siyamu Ramadhan
Berpuasa di bulan Ramadhan. Orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Maka, bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakannya. Kehadiran mereka dirindukan oleh surga.
Allah SWT juga telah menyediakan pintu surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang berasal dari Sahl ra. Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ فِـيْ مَـنْ آمَـنَ بِـاللهِ وَبِـرَسُـوْلِـهِ وَأَقَـامَ الصَّـلَاةَ وَصَـامَ رَمَضَـانَ كَـانَ حَـقًّـا عَلَى اللـهِ أَنْ يُـدْخِـلَـهُ الْـجَـنَّـةَ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mendirikan shalat, dan shaum Ramadhan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke surga”. (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu).
Jika seorang wanita selalu menjaga sholat lalu ia melaksanakan puasa di bulan ramadhan maka wanita tersebut akan dirindukan oleh surga Allah SWT.
- Wanita yang dirindukan surga adalah perempuan yang menjaga kemaluan dan kehormatannya
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Kitab Hilyah:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا شَبَابَ قُرَيْشٍ، لَا تَزْنُوا، احْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، أَلَا مَنْ حَفِظَ اللـهَ فُـرُجَـهُ فَـلَـهُ الْـجَـنَّـةُ
Artinya: Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallohu Anhuma, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (wahai pemuda Quraisy, janganlah kalian berzina, jagalah kemaluan, ketahuilah bahwa orang yang Allah jaga kemaluannya akan mendapatkan surga.”
Dalam hadits ini suatu gambaran bagi seseorang yang menjaga kemaluan dan kehormatannya maka Allah akan masukkan ia kedalam surga Allah SWT.
- Wanita yang dirindukan surga adalah wanita yang taat kepada suami
Dari Ummu Salmah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha terhadapnya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi).
Hadirin kaum muslimin dan muslimah hafizhakumullah,
Demikian lah para wanita yang dirindukan oleh surga Allah, mudah-mudahan ini menjadi wasilah bagi perempuan untuk memperbaiki diri dan menjadikannya seorang wanita yang dirindukan oleh surga. Kita bantu suami kita untuk mewujudkan qo’u anfusakum wa ahlikum naaro. (Untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka).


Tinggalkan Balasan