اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

Amma ba’du, Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kajian kali ini, kita akan membahas satu tema penting yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu makna rezeki dalam Islam.

Makna Rezeki Secara Bahasa

Secara bahasa “rezeki” berasal dari kata “رزق – rizq” yang artinya pemberian atau sesuatu yang bermanfaat. Dalam Islam, rezeki tidak hanya berarti harta atau uang. Semua bentuk nikmat yang Allah berikan, baik berupa kesehatan, ilmu, ketenangan hati, anak, maupun kesempatan beribadah—itu semua termasuk rezeki. Allah ﷻ berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. (QS. Hud: 6)

Rezeki Adalah Ketetapan dari Allah

Rezeki bukan semata hasil usaha manusia. Usaha adalah bagian dari ikhtiar, namun hasilnya tetap di tangan Allah ﷻ.

Rezeki telah dijamin oleh Allah. Setiap makhluk, sejak diciptakan, Allah telah menetapkan kadar rezekinya. Hal ini ditegaskan dalam hadits Nabi ﷺ:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ… ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ، فَيُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَوْ سَعِيدٍ

Dari Abu Abdurrahman Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada kami – dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya – beliau bersabda, ‘Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya, ……………. kemudian diutuslah malaikat kepadanya lalu ditiupkan ruh padanya, dan diperintahkan empat kalimat: untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia celaka atau bahagia. …..’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa rezeki manusia telah ditulis sejak dalam kandungan. Maka janganlah takut dan gelisah secara berlebihan soal rezeki, karena Allah telah menjamin dan membagikannya dengan adil.

Rezeki Ada yang Dikejar, Ada yang Diberi

Ada dua jenis rezeki:

  1. Rezeki yang dicari: melalui usaha, kerja, perdagangan, dan lainnya.
  2. Rezeki yang datang tanpa diduga:

Contohnya adalah hadiah, warisan, atau pertolongan tak terduga. Allah ﷻ berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (QS. At-Thalaq: 2-3)

Ini menunjukkan bahwa takwa adalah kunci datangnya rezeki dari arah yang tidak terduga.

Rezeki Tidak Selalu Berarti Kekayaan

Makna Rezeki dalam Islam
Dapat menemukan pamandangan yang menyejukkan mata saat dalam perjalanan, adalah termasuk rezeki. Source: Dokumentasi pribadi admin.

Seringkali orang menyempitkan makna rezeki hanya pada kekayaan. Padahal, sehat adalah rezeki. Iman adalah rezeki. Anak yang saleh adalah rezeki. Keluarga yang harmonis adalah rezeki. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِندَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa di pagi hari merasa aman di tengah keluarganya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya. (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

Rezeki Datang Bersama Ibadah dan Istighfar

Allah ﷻ mengaitkan rezeki dengan istighfar dan ketaatan.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا، وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍۢ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّـٰتٍۢ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَـٰرًۭا

Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai di dalamnya. (QS. Nuh: 10–12)

Cara Meluaskan dan Menarik Rezeki

Islam mengajarkan beberapa amalan untuk meluaskan dan menarik rezeki:

a. Silaturahmi

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Berdagang dengan jujur

Nabi ﷺ bersabda:

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang jujur, dan para syuhada. (HR. Tirmidzi)

c. Banyak bersedekah

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِّنْ مَالٍ

Harta tidak akan berkurang karena sedekah. (HR. Muslim)

Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah, Rezeki bukan hanya soal banyaknya harta, tapi tentang keberkahan dan keridhaan Allah. Maka jangan hanya mengejar rezeki dunia, tapi kejarlah rezeki akhirat.

Dan yang paling penting, bersyukurlah atas setiap rezeki sekecil apa pun. Karena rasa syukur adalah kunci bertambahnya nikmat.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian. (QS. Ibrahim: 7)

Semoga Allah melapangkan rezeki kita semua, menjadikannya berkah, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

والله أعلم بالصواب، وصلى الله على نبينا محمد، والحمد لله رب العالمين.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *