MENUNTUT ILMU AGAMA SEBAGAI JALAN KEBAIKAN

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 

عن معاوية بن أبى سفيان رضي الله عنه قال
قال رسول الله صل الله عليه وسلم:
«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
(رواه البخاري ومسلم)
وفي رواية
«وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي»
(رواه البخاري)

Dari Sahabat Mu‘awiyah bin Abi Sufyan radhiyallāhu anhu berkata,
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan membuatnya paham tentang agama.”(Hr Bukhari dan Muslim)
(Dalam riwayat lain:)
“Aku hanyalah pembagi (ilmu), sedangkan Allah-lah yang memberi (pemahaman).”

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Tanda Allah menghendaki kebaikan seseorang.
Hadits ini menunjukkan bahwa pemahaman agama (fiqih fid-din) adalah tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang.
Ini mencakup:
-Memahami akidah yang benar
-Memahami ibadah, halal-haram
-Memahami akhlak dan adab
-Memahami Al-Qur’an dan Sunnah
2- Ilmu agama lebih utama daripada harta.
Karena Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menyebut “kebaikan” berkaitan dengan ilmu, bukan harta, pangkat, atau dunia.
Pemahaman agama adalah karunia terbesar yang membawa seseorang menuju keselamatan dunia dan akhirat.
3- Pemahaman agama adalah pemberian Allah.
Riwayat tambahan: “Allah-lah yang memberi.”
Artinya:
Taufik dan pemahaman agama adalah anugerah Allah.
Guru hanya menyampaikan, tetapi pemahaman sejati datang dari Allah.
4- Kewajiban menuntut ilmu.
Hadits ini mendorong setiap muslim untuk:
belajar agama, bertanya kepada yang berilmu, memahami dalil-dalil,
mengamalkan ilmu, bukan hanya mengetahui.
5- Keutamaan ulama dan penuntut ilmu. Karena mereka mendapatkan bagian dari kebaikan yang Allah inginkan untuk hamba-hamba-Nya.
Penuntut ilmu berada dalam jalan kebaikan dan berada di bawah naungan rahmat Allah.
6- Pemahaman agama menjaga dari kesesatan.
Seseorang yang memahami agama akan:
Menjaga ibadahnya, mengenali mana yang benar dan salah, terhindar dari syubhat dan fitnah,
memiliki akhlak yang baik.
7- Hadits ini menunjukkan bahwa:
Salah satu tanda Allah menghendaki kebaikan seseorang adalah ketika Ia memudahkan orang itu memahami agama.
Maka mempelajari agama adalah salah satu ibadah paling agung dan jalan menuju keselamatan.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :

1- Ayat ini langsung menyebut tafaqquh fiddin, sama seperti hadits.

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةًۭ ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍۢ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌۭ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya seluruh orang mukmin pergi (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri.”(Surah At-Tawbah ayat 122)

2- Bahwa orang yang paling takut kepada Allah adalah yang berilmu, selaras dengan hadits tentang keutamaan ilmu.

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sungguh, Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”(Surah Fathir ayat 28)

3- Menjelaskan keutamaan orang berilmu dibanding orang yang tidak berilmu.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

“Katakanlah (Muhammad): Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya yang dapat menerima pelajaran hanyalah orang-orang yang berakal.”(Surah Az-Zumar ayat 9)

*بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ*
*امین امین امین یارب العالمین یامجیب الساٸلین*
والله اعلم بالصواب وهو التوفيق والهداية


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *