Khutbah Pertama
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْقُلُوْبَ لِتَخْشَعَ، وَالْعُيُوْنَ لِتَدْمَعَ، وَجَعَلَ الدَّمْعَ لُغَةَ الْحُبِّ بَيْنَ الْعَبْدِ وَرَبِّهِ.
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Amma ba‘du,
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Aku wasiatkan kepada diriku dan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ, dengan sebenar-benarnya takwa. Karena takwa itulah yang menjadikan hati lembut, mata basah, dan ruh tunduk di hadapan-Nya.
Wahai hamba Allah…
Air mata yang menetes karena Allah bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kehidupan hati yang mengenal Rabb-nya.

Tangisan itu adalah ibadah tersembunyi, yang hanya diketahui oleh Allah dan disimpan untuk kemuliaan di hari akhir.
Allah ﷻ berfirman:
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًۭا ۩ ١٠٩
Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (QS Al-Isrā’ 17: 109)
Dan Allah juga memuji orang-orang beriman yang menangis karena kebenaran:
وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ ٨٣
Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qurān) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, “Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qurān dan kenabian Muhammad). (QS Al-Mā’idah 5: 83)
Wahai saudaraku ….
Air mata itu bukan sembarang tetesan. Ia adalah bukti hati yang hidup, tanda cinta yang tulus kepada Allah, dan penyesalan yang dalam atas dosa yang dilakukan.
Rasūlullāh ﷺ bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللّٰهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ… وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللّٰهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan selain naungan-Nya… di antaranya: seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu matanya meneteskan air mata. (HR. Bukhārī no. 660 dan Muslim no. 1031)
Dan Nabi ﷺ juga bersabda:
لَا تَمَسُّ النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ
Tidak akan disentuh api neraka mata yang menangis karena takut kepada Allah. (HR. Tirmiżī no. 1633)
Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah,
Air mata seorang mukmin adalah bukti bahwa di dalam dadanya masih ada cahaya iman. Ia menangis bukan karena kehilangan dunia, tetapi karena takut kehilangan ridha Tuhannya.
Allah ﷻ berfirman dengan kelembutan yang luar biasa:
۞ قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhanya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS Az-Zumar 39: 53)
Maka menangislah, wahai saudaraku…
Tangisan di dunia karena takut kepada Allah, akan menjadi cahaya di akhirat.
Menangislah dalam sujud, dalam kesendirian, dalam istighfar di malam sunyi.
Sebab tangisan itu akan menjadi saksi di hadapan Allah, bahwa engkau pernah benar-benar menyesal dan berharap rahmat-Nya.
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: Tangisan karena takut kepada Allah adalah hujan bagi hati yang kering, dan kehidupan bagi ruh yang mati.
Dan Al-Hasan Al-Baṣrī رحمه الله menuturkan: Seorang hamba tidak akan menangis karena takut kepada Allah kecuali karena Allah menghendaki rahmat baginya.
Maka berbahagialah, wahai hamba Allah, bila malam-malammu masih diwarnai tangisan. Karena air mata itu adalah hadiah dari Allah untuk hati yang Dia cintai.
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الْغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، الَّذِي يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعِبَادِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ.
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِهِ وَدُمُوْعِ الْخُشُوْعِ لَهُ، فَإِنَّهَا بَرَاهِيْنُ الْإِيْمَانِ وَمَفَاتِيْحُ الرَّحْمَةِ.
Doa Penutup Khutbah
اللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِيْنِكَ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ تَخْشَعُ قُلُوْبُهُمْ وَتَدْمَعُ أَعْيُنُهُمْ مِنْ خَشْيَتِكَ.
اللّٰهُمَّ اغْسِلْ بِدُمُوْعِنَا ذُنُوْبَنَا، وَنَقِّ قُلُوْبَنَا مِنَ الرَّانِ، وَاجْعَلْ دُمُوْعَنَا شَاهِدَةً لَنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
اللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْحُسْنَى، وَارْزُقْنَا الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى مَعَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَ
ى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ،
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


Tinggalkan Balasan